Bandung, 28 November 2025 — Lebih dari 60 siswa SMK Telkom Bandung mengikuti pelatihan intensif pembuatan prototipe AI menggunakan platform no-code Google Teachable Machine pada 26 & 28 November 2025. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh tim dosen Fakultas Teknik Elektro Telkom University yang dipimpin Dhoni Putra Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., bersama Ade Aditya Ramadha, S.T., M.T., dan Felix Corputty, S.T., M.T.
Mendemokratisasi AI untuk Siswa SMK
Indonesia menghadapi defisit talenta digital mencapai 500.000 tenaga ahli per tahun. Program ini dirancang untuk membekali siswa SMK Telkom Bandung dengan keterampilan praktis AI yang dapat langsung diterapkan. “Kami ingin menunjukkan bahwa AI bisa dipelajari siapa saja, tidak harus programmer,” ujar Dhoni Putra Setiawan.
Pelatihan menggunakan pendekatan hands-on dengan platform Google Teachable Machine, memungkinkan peserta membuat model Machine Learning langsung dari browser tanpa coding. Siswa diajak memahami konsep AI, mengumpulkan data, melatih model, hingga menguji akurasi secara mandiri.
Antusiasme Tinggi dan Pembelajaran Efektif
Yang menarik, mayoritas peserta ternyata sudah familiar dengan generative AI. “Mereka sudah paham basic prompting, sudah terbiasa dengan AI tools generatif. Jadi ketika kami perkenalkan Machine Learning dan computer vision, mereka lebih cepat menangkap konsepnya,” jelas Farrel Ardya, salah satu mahasiswa pengajar.
Tantangan utama justru menahan antusiasme peserta. Begitu memahami mekanismenya, siswa langsung bereksperimen. Seperti membuat model deteksi wajah teman, klasifikasi ekspresi, hingga berbagai tema kreatif lainnya.
Kompetisi Kelompok dan Hasil Impresif
Hari kedua berfokus pada kompetisi kelompok dengan tema klasifikasi gambar. Kreativitas siswa meledak: ada yang membuat model klasifikasi jenis hewan, serangga, bentuk awan, hingga berbagai jenis buah. Rata-rata akurasi model mencapai di atas 85%—hasil yang impresif untuk pelatihan dua hari pertama.
Momen paling berkesan terjadi saat pengumuman pemenang. “Mereka tidak menyangka kelompok tersebut yang menang. Seluruh ruangan langsung heboh, ada yang bersorak mendukung timnya. Energinya luar biasa positif,” kenang tim dosen.
Beberapa proyek menarik yang dihasilkan:
- Klasifikasi Jenis Awan: Untuk pembelajaran geografi
- Deteksi Jenis Serangga: Identifikasi serangga bermanfaat vs. hama
- Pengenalan Buah Tropis: Klasifikasi buah lokal Indonesia
- Face Recognition: Eksperimen spontan mengenali wajah teman sekelas
Output Berkelanjutan

Program ini menghasilkan modul pembelajaran komprehensif yang kini menjadi referensi internal SMK Telkom Bandung, mencakup konsep dasar AI, tutorial Teachable Machine, panduan optimasi dataset, dan ide-ide project aplikatif.
“Program ini membuktikan bahwa siswa SMK bisa membuat prototipe AI fungsional dalam hitungan hari dengan pendekatan yang tepat,” tutup Dhoni. “Yang kami tanam bukan hanya skill teknis, tapi juga mindset bahwa teknologi bisa dipelajari dan masalah bisa diselesaikan dengan kreativitas.”









