Universitas Telkom Dorong Penggunaan AI yang Etis di SMKN 6 Bandung

Bandung, 20 Mei 2026 — Tim pengabdian masyarakat Universitas Telkom melaksanakan program pengembangan Portal Edukasi Literasi Artificial Intelligence (AI) dan Panduan Etis Penggunaan AI di SMKN 6 Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Internal Skema Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun/Periode 2026/1 yang didukung oleh Universitas Telkom. Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan sekolah dalam menghadapi penggunaan AI generatif yang semakin luas di kalangan guru dan siswa. Di satu sisi, AI dapat membantu proses belajar melalui pencarian informasi, penyusunan ide, pembuatan rangkuman, dan pengembangan bahan ajar. Di sisi lain, penggunaan AI yang tidak terarah dapat memunculkan risiko plagiarisme, ketergantungan terhadap jawaban instan, dan berkurangnya proses berpikir kritis. Oleh karena itu, kegiatan ini diarahkan untuk membangun pemahaman bahwa AI perlu digunakan sebagai alat bantu belajar yang etis, bukan sebagai pengganti kemampuan bernalar. Melalui program ini, Universitas Telkom berupaya mendukung sekolah dalam membangun budaya akademik yang adaptif, kritis, dan bertanggung jawab di era kecerdasan buatan.

Salah satu luaran utama kegiatan ini adalah Portal Edukasi Literasi AI yang dirancang sebagai media pembelajaran digital bagi guru dan siswa. Portal tersebut memuat materi literasi AI, contoh kasus penggunaan AI dalam pembelajaran, panduan sitasi, teknik prompt engineering yang bertanggung jawab, dan fitur Klinik Integritas. Fitur Klinik Integritas dikembangkan sebagai sarana edukatif untuk membantu warga sekolah memahami pentingnya orisinalitas karya akademik. Dalam penggunaannya, portal tidak diposisikan sebagai alat untuk menghukum siswa, melainkan sebagai ruang belajar untuk memahami batas antara bantuan teknologi dan pelanggaran akademik. Guru dapat memanfaatkan portal sebagai rujukan ketika merancang tugas, memberi arahan penggunaan AI, dan membimbing siswa dalam memeriksa kembali hasil kerja mereka. Siswa juga dapat menggunakan portal untuk mempelajari cara bertanya kepada AI secara lebih tepat, mengevaluasi jawaban yang diperoleh, dan mencantumkan sumber dengan benar. Dengan desain berbasis website, portal ini diharapkan dapat diakses secara berkelanjutan oleh warga sekolah setelah kegiatan pengabdian selesai.

Selain pengembangan portal, kegiatan ini juga menghasilkan draf Panduan Etis Penggunaan AI yang disusun bersama pihak sekolah melalui diskusi dan Focus Group Discussion. Panduan tersebut memuat prinsip penggunaan AI dalam pembelajaran, contoh pemanfaatan yang diperbolehkan, batasan penggunaan yang perlu diawasi, dan bentuk penyalahgunaan yang harus dihindari. Dalam sesi pelatihan, guru dan siswa diajak mendiskusikan berbagai situasi nyata, seperti penggunaan AI untuk membuat tugas, menyusun laporan, mencari ide, dan memeriksa tata bahasa. Diskusi tersebut penting agar peserta tidak hanya memahami AI dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi tanggung jawab akademik dan etika digital. Tim pelaksana juga memberikan pendampingan praktik agar peserta dapat mencoba langsung penggunaan portal dan memahami fungsi setiap fitur. Melalui pendekatan partisipatif, sekolah tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam merumuskan arah penggunaan AI yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap portal dan panduan etis yang telah dikembangkan.

Pada akhir kegiatan, tim Universitas Telkom menyerahkan akses Portal Edukasi Literasi AI dan draf Panduan Etis Penggunaan AI kepada pihak SMKN 6 Bandung. Penyerahan ini menjadi simbol keberlanjutan program sekaligus bentuk komitmen bersama untuk menjaga integritas akademik di lingkungan sekolah. Pihak sekolah diharapkan dapat memanfaatkan portal sebagai sumber belajar, bahan sosialisasi, dan acuan awal dalam menyusun kebijakan internal terkait penggunaan AI. Ke depan, program ini dapat dikembangkan melalui penambahan modul interaktif, perluasan studi kasus, pengembangan versi mobile, serta pendampingan berkala. Pembentukan Duta Literasi Digital dari unsur siswa juga dapat menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat kampanye penggunaan AI yang produktif dan bertanggung jawab. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, pemanfaatan AI dalam pendidikan dapat diarahkan untuk meningkatkan kualitas belajar tanpa mengabaikan nilai kejujuran, kemandirian, dan orisinalitas. Program ini menunjukkan bahwa transformasi digital di sekolah perlu berjalan seiring dengan penguatan etika, literasi, dan budaya akademik yang berkelanjutan.

About the author: adeadityaramadha@telkomuniversity.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.