Jembatani Teori dan Industri, Universitas Telkom Gelar Pelatihan Pengukuran Jaringan 4G LTE di SMK Telkom Bandung

BANDUNG, 20 Mei 2026 – Guna memangkas kesenjangan antara materi teoretis di kelas dengan kebutuhan nyata industri telekomunikasi, tim pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) dari Universitas Telkom yang diketuai oleh Dr. Nachwan Mufti Adriansyah sukses menyelenggarakan pelatihan pengukuran dan analisis kinerja jaringan 4G LTE. Kegiatan berbasis praktik lapangan (experiential learning) ini diikuti oleh sekitar 70 siswa program keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Telkom Bandung. Langkah ini menjadi sangat relevan mengingat jaringan 4G seluler masih menjadi tulang punggung utama layanan broadband bergerak di Indonesia. Melalui program pendampingan intensif ini, para siswa didorong untuk menguasai kompetensi penting di bidang radio network measurement and analysis yang menjadi standar industri saat ini.

Sebelum terjun langsung ke lapangan, puluhan siswa tersebut terlebih dahulu dibekali penguatan konsep arsitektur LTE serta parameter Key Performance Indicator (KPI) yang menentukan kualitas layanan (Quality of Service/QoS). Para materi mengupas tuntas indikator performa radio seperti Reference Signal Received Power (RSRP), Reference Signal Received Quality (RSRQ), Signal to Interference plus Noise Ratio (SINR), Received Signal Strength Indicator (RSSI), Physical Cell Identity (PCI), serta tingkat kecepatan transfer data (throughput).

Tidak berhenti pada teori konseptual, tim pelaksana memberikan demonstrasi langsung mengenai penggunaan perangkat lunak logging berbasis telepon pintar, yaitu aplikasi G-NetTrack Pro. Aplikasi ini dipilih sebagai alternatif yang lebih terjangkau namun memiliki fungsionalitas mumpuni untuk kegiatan edukasi dan penelitian terapan.

Inti dari kegiatan Abdimas ini adalah tantangan praktik langsung metode drive test di area lingkungan sekolah, jalan utama, dan kawasan pemukiman di sekitar SMK Telkom Bandung. Pengambilan lintasan rute yang bervariasi ini sengaja dirancang agar para peserta dapat mengamati langsung bagaimana perubahan kondisi propagasi lingkungan memengaruhi kestabilan sinyal secara real-time.

Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk merekam parameter jaringan dalam kondisi idle mode maupun dedicated mode (saat sesi data aktif seperti melakukan streaming). Data log file yang terkumpul kemudian diekstraksi dan dianalisis bersama untuk mengidentifikasi area yang mengalami kendala cakupan sinyal lemah (blank spot), tingkat interferensi tinggi, hingga penurunan performa akibat kepadatan trafik.

Pelatihan intensif ini tidak hanya memberikan dampak instan bagi peningkatan kapasitas teknis siswa, melainkan juga berorientasi jangka panjang. Program pengabdian masyarakat ini sukses menghasilkan luaran konkret berupa Modul Pembelajaran Praktikum Pengukuran dan Analisis Kinerja Jaringan 4G. Modul berbasis proyek ini diserahkan kepada pihak sekolah agar dapat digunakan kembali oleh para guru pendamping sebagai bahan ajar mandiri yang berkelanjutan bagi angkatan-angkatan berikutnya.

Hasil pelaksanaan pengabdian ini juga telah resmi dipublikasikan secara ilmiah melalui Jurnal Pengabdian Masyarakat Bayanika (JPMB) demi diseminasi pengetahuan yang lebih luas ke dunia akademik dan publik. Melalui penguatan link and match ini, para lulusan sekolah vokasi diharapkan memiliki modal kesiapan kerja yang jauh lebih matang untuk menghadapi ekosistem industri operator seluler, vendor, maupun integrator jaringan telekomunikasi masa depan.

About the author: adeadityaramadha@telkomuniversity.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.