Tingkatkan Kesiapan Kerja, Universitas Telkom Latih Siswa SMK Telkom Perencanaan Jaringan 5G Menggunakan Perangkat Lunak Industri Atoll

BANDUNG, 20 Mei 2026 – Memasuki era akselerasi jaringan 5G dan 4G LTE secara nasional, kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai keahlian praktis di bidang radio network planning menjadi semakin krusial. Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Universitas Telkom yang diketuai oleh Bapak Dhoni Putra Setiawan, Ph.D. menggelar pelatihan intensif perancangan mobile communication menggunakan perangkat lunak standar industri, Atoll, bagi siswa SMK Telkom Bandung.

Kegiatan yang berlangsung di laboratorium komputer SMK Telkom Bandung ini diikuti dengan antusias oleh puluhan siswa program keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Program ini dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman teori dasar di sekolah vokasi dengan implementasi riil di industri telekomunikasi modern.

Selama ini, pembelajaran mengenai jaringan seluler di tingkat SMK dominan berfokus pada penguasaan konsep konseptual dan operasional dasar. Melalui intervensi Abdimas ini, para siswa diberikan pengalaman end-to-end workflow dalam merancang jaringan seluler, mulai dari pemrosesan data geografis (GIS), perhitungan link budget, pemilihan model propagasi empiris (seperti COST-231), hingga simulasi prediksi cakupan (coverage prediction) dan analisis interferensi. Perangkat lunak Atoll yang dikembangkan oleh Forsk dipilih sebagai instrumen utama karena reputasinya yang digunakan secara global oleh operator dan vendor telekomunikasi besar untuk merancang jaringan masa depan (IMT-2020/5G).

Pelaksanaan pelatihan menggunakan pendekatan project-based learning yang dinamis. Proses pembelajaran dibagi menjadi dua tahapan utama:

  1. Tahap Teori dan Setup Awal: Peserta dibekali pemahaman link budget untuk menentukan radius sel serta arsitektur dasar LTE/5G. Setelah itu, siswa langsung mempraktikkan proses input peta wilayah studi, penempatan site BTS, dan penentuan frekuensi kerja di software Atoll.
  2. Tahap Analisis dan Optimasi: Siswa ditantang untuk menganalisis peta sinyal hasil simulasi mereka sendiri, mengidentifikasi wilayah yang terkena blank spot atau interferensi, dan melakukan tindakan optimasi parameter teknis secara mandiri. Siswa melakukan penyesuaian pada tinggi antena, daya pancar, hingga kemiringan (tilt) antena untuk mendapatkan performa jaringan terbaik sebelum mempresentasikannya di depan kelompok lain.

Tidak hanya memberikan pembekalan instan bagi siswa, program Abdimas Universitas Telkom ini juga menerapkan skema Training of Trainers (ToT) yang melibatkan guru pendamping secara aktif. Sebagai bentuk keberlanjutan institusional, tim pengabdi menyerahkan modul kepada pihak sekolah agar materi simulasi ini dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran reguler. Melalui program kemitraan yang kuat ini, Universitas Telkom dan SMK Telkom Bandung berkomitmen untuk terus mencetak talenta digital yang kompeten, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

About the author: adeadityaramadha@telkomuniversity.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.