GARUT, 9 Mei 2026 – Dalam upaya mengakselerasi adopsi teknologi di tingkat pedesaan demi menyongsong Visi Indonesia Emas 2045, tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Telkom resmi melakukan serah terima dan pelatihan platform digital terintegrasi di Desa Cimaragas, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut.
Program yang dipimpin oleh Dr. Tody Ariefianto Wibowo ini berfokus pada revitalisasi situs resmi desa menjadi pusat pelayanan publik dan etalase ekonomi yang dinamis. Langkah ini diambil sebagai solusi atas disfungsi fitur digital sebelumnya yang dinilai belum optimal dalam mempromosikan aset lokal.
Desa Cimaragas sebenarnya memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang sangat besar, mulai dari sektor UMKM peternakan dan agrikultur hingga arena pacuan kuda berskala kabupaten. Namun, fragmentasi informasi dan infrastruktur digital yang kurang memadai membuat potensi tersebut selama ini kurang terekspos. Untuk mengatasi kendala tersebut, platform digital yang dikembangkan oleh tim Universitas Telkom ini membawa tiga pilar fungsional utama
- Pasar Cimaragas (Ekonomi Digital UMKM): Mengubah fitur “Lapak Desa” yang sebelumnya statis menjadi marketplace dinamis yang memuat direktori UMKM terstruktur dan profil usaha individual yang terintegrasi langsung dengan kontak WhatsApp pengusaha.
- Informasi Desa Terpadu: Menyediakan berita desa, kalender kegiatan, serta laman beritauntuk ekowisata Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimaragas.
- Modernisasi Informasi Publik: Mengintegrasikan formulir daring untuk kebutuhan administrasi dasar dan mengoptimalkan kanal informas guna meningkatkan efisiensi birokrasi dan transparansi anggaran.
Keunikan dari program pengabdian masyarakat ini terletak pada penekanan aspek non-teknis, yakni kapasitas sumber daya manusia lokal. Agar platform ini dapat beroperasi secara optimal, tim dosen dan mahasiswa memberikan pelatihan intensif mengenai tata kelola konten, jurnalisme warga, hingga teknik penulisan deskriptif (copywriting) bagi para perangkat desa dan warga setempat.

“Platform digital Desa Cimaragas saat ini telah memasuki fase operasional penuh (fully deployable). Melalui intervensi ini, kami berhasil mentransformasikan peran perangkat desa dari yang sekadar pengguna menjadi pengelola informasi yang aktif,” ujar Dr. Tody Ariefianto Wibowo dalam laporannya. Kepala Desa Cimaragas, Ila Nurul Pazri, S.Pd., menyambut baik dan memberikan komitmen penuh terhadap keberlanjutan program ini. Pihak pemerintah desa berencana mengintegrasikan komoditas lokal secara masif ke dalam fitur “Lapak Desa”. Untuk menjamin pengelolaan jangka panjang pasca-program, platform digital ini nantinya akan diserahterimakan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cimaragas sebagai salah satu unit usaha baru.


Melalui kolaborasi partisipatif antara akademisi dan pemerintah desa, revitalisasi ini diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan visibilitas dan pendapatan UMKM lokal, melainkan juga membangun model tata kelola desa berbasis digital yang akuntabel, inklusif, dan berkelanjutan.
